March 6, 2012

Cerita Di Padang Pasir

Alhamdulillah
Alhamdulillah!!! Syukur padaMU Ya Allah. Terima kasih atas kasih sayangMU, atas kurniaanMu, atas belas ihsanMu. Tiada kata yang mampu menzahirkan perasaan mama saat mama terjaga dari lena. Lena yang sangat asyik, saat kedinginan melingkari waktu.
Ihsan M/S Google

Seakan berada di alam nyata, bila mama berjalan di padang pasir seperti dalam cerita Arab, tiada panas, rasa sangat nyaman dan tenang, ditemani beberapa teman yang mama tak pasti siapa, dihadapan mama ada unta yang dipegang talinya dek pengembala, semua dalam keadaan putih, bercahaya tenang, tiada silau..tiada debu yang memasuki ruang penglihatan walaupun saat itu angin padang pasir berlagu..

Tiada ruang untuk mengeluh kerana tiada rasa keletihan walaupun saat itu kaki mama telah jauh melangkah, rasa sangat tenang dan gembira. Dalam melangkah, tanpa sedar unta itu telah berhenti..dan saat ini juga, ketika mama melayani jari-jari mama airmata bergenang. Saat unta itu berhenti melangkah, tiba-tiba mama terdengar suara yang sangat comel dan terasa tubuh mama dipeluk erat!! terasa lembutnya dakapan itu walaupun sangat erat, terasa halusnya suara kecil itu, sangat bahagia bila suara itu  kedengaran berkata "Mia rindu mama". Mama pun rindu Mia jawab mama tapi serentak dengan jawapan itu, mama terus terjaga dari lena..

Oh!! mama bermimpi ker? Bila mama terjaga, terus mama istighfar dan juga berterima kasih pada Allah, andai itu mimpi yang benar, mama terima dengan rasa gembira, andai itu mainan tidur, lindungilah hambaMU ini Ya Allah. Tak terpandang dek waktu ketika itu jam berapa. Mama memang rindukan dia. Rindu sangat.

No comments:

Popular Posts